ilustrasi-konflik-anak-remaja-dan-orang-tua_169
Artikel : STRATEGI EFEKTIF DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA

 

Oleh : Raylina Loverda Putri Tamba

Kenakalan remaja adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, atau hukum dalam masyarakat yang tidak dapat diterima secara sosial dan dilakukan oleh anak-anak menuju dewasa. Fenomena kenakalan remaja di Indonesia semakin hari semakin menunjukkan hal-hal meresahkan kehidupan masyarakat baik dalam lingkup kecil maupun luas. Perilaku kenakalan remaja dapat berdampak buruk pada perkembangan emosional dan psikologis remaja. Kemunginan besar mereka akan mengalami penurunan dalam prestasi akademik, keterlibatan dalam perilaku beresiko, dan masalah dalam membangun hubungan sosial yang sehat. Selain itu juga berdampak pada keluarga dan masyarakat luas. Meningkatnya angka kejahatan remaja dapat menimbulkan ketidakamanan dan ketegangan di lingkungan sekitar.

   Menyediakan solusi yang dapat diimplementasikan / diterapkan seperti menyalurkan energinya dalam berbagai kegiatan positif, berolahraga, melukis, dan penyaluran hobi, bertujuan agar kenakalan remaja akan semakin berkurang dan teratasi. Pikiran yang sehat akan mengarahkan para remaja kepada perbuatan yang pantas, sopan dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan kesulitan yang dialami.

   Kenakalan remaja ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, faktor ekonomi. Kurangnya ekonomi dapat membuat remaja bertindak nakal dan melakukan tindakan kriminal, seperti pencurian. Banyaknya keinginan remaja dapat membuatnya nekat memenuhi keinginan tersebut dengan jalan apapun. Namun, tidak hanya kekurangan ekonomi yang dapat menimbulkan kenakalan remaja, kelebihan ekonomi juga dapat berbuat kenakalan remaja. Yang kedua, faktor perkembangan teknologi informasi. Kemajuan teknologi memang bisa menjadi pemudah untuk mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk belajar dan ilmu pengetahuan. Namun di sisi lain, hal ini juga dapat merusak remaja dengan sangat mudah. Pengaruh internet yang membuat semua informasi di seluruh dunia bisa didapatkan oleh remaja dapat berakibat buruk. Apalagi bila hal ini tidak dikontrol dan dibimbing oleh orangtua. Konten-konten yang seharusnya hanya dibuka oleh orang dewasa bisa saja dibuka oleh anak remaja dengan mudah, yang tentunya akan berakibat buruk nantinya bila tak ada bimbingan yang baik.
Terakhir, faktor lingkungan pergaulan dan tempat tinggal. Faktor lingkungan pergaulan tentunya juga berperan penting sebagai salah satu penyebab utama seorang remaja berbuat kenakalan. Remaja yang tidak dibimbing dengan baik di rumah oleh orangtuanya, akan mengikuti teman pergaulannya. Maka dari itu, pergaulan remaja harus benar-benar  diperhatikan oleh orangtua. Lingkungan tempat tinggal juga bisa menjadi faktor penyebab kenakalan remaja. Jika lingkungan tempat tinggal banyak berperilaku buruk seperti mabuk-mabukan, judi, pencurian, narkoba dan lain-lain, bisa jadi remaja akan terpengaruh oleh hal-hal tersebut.

   Kenakalan remaja juga dapat timbul dari dalam lingkungan keluarga. Berikut ini adalah sebabnya :
1. Keluarga tidak harmonis.
Remaja akan menjadi tidak terbuka kepada orangtua mengenai masalah yang terjadi padanya karena orangtuanya sibuk bertengkar dan tidak memperdulikan anak. Hal inilah yang mengakibatkan remaja mencari tempat di luar rumah untuk bernaung dengan menunjukkan kenakalannya.
2. Kurangnya kasih sayang dari orangtua.
Anak menjadi kurang mendapatkan kasih sayang karena orangtua sering bertengkar, atau jarang bertemu karena bekerja hingga larut malam yang menyebabkan komunikasi menjadi tidak baik. Hal ini menyebabkan anak mencari perhatian / pelampiasan dengan melakukan berbagai kenakalan agar orangtua merasa jengkel dan dirinya lebih diperhatikan.
3. Sikap memanjakan anak.
Keluarga menjadi tempat pendidikan pertama yang dibutuhkan seorang anak. Prinsipnya adalah untuk meletakkan dasar dan arah bagi seorang anak. Pendidikan yang baik akan mengembangkan kedewasaan pribadi anak. Sebaliknya, pendidikan yang salah dapat membawa akibat tidak baik bagi perkembangan pribadi anak. Salah satu pendidikan yang salah adalah memanjakan anak. Keadilan orang tua yang tidak merata terhadap anak dapat berupa perbedaan dalam pemberian fasilitas terhadap anak maupun perbedaan kasih sayang. Bagi anak yang merasa diperlakukan tidak adil dapat menyebabkan kekecewaan pada orang tuanya dan akan merasa iri hati dengan saudara kandungnya. Dalam hubungan ini, biasanya anak melakukan protes terhadap orangtuanya yang diwujudkan dalam berbagai bentuk kenakalan.

   Selain dalam lingkungan keluarga, lingkungan sekolah juga dapat menimbulkan kenakalan remaja lho. Di lingkungan sekolah anak berhubungan dan berinteraksi dengan orang banyak diantaranya adalah teman sekelasnya. Tentunya pengaruh teman sangat besar terhadap perubahan tingkah laku dan moral seorang anak. Jika anak di lingkungan sekolah bergaul dengan teman yang berperilaku baik maka anak kemungkinan akan ikut meniru berperilaku baik juga, namun begitu juga sebaliknya. Jika kondisi teman sekolah tidak mendukung dalam proses belajar, pada gilirannya dapat memberikan peluang pada anak untuk berperilaku menyimpang. Bisa juga terjadi karena ketidakcocokan kurikulum maupun ketersediaan ekstrakulikuler yang berlaku di lembaga pendidikan tersebut.  

   Salah satu faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja adalah teman sebaya. Besarnya pengaruh teman sebaya yang bersifat negatif dalam pencarian identitas diri, dapat menimbulkan kegagalan hingga menimbulkan perilaku yang tidak dapat diterima oleh lingkungan sosial atau masyarakat. Kehidupan remaja tidak terlepas dari teman sebaya. Sebagian besar tindakan kenakalan remaja yang terjadi dilakukan secara berkelompok. Teman sebaya juga dapat mengenalkan alkohol, kenakalan, dan perilaku abnormal. Dengan demikian, teman sebaya memang memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan remaja. Remaja akan selalu berusaha untuk tetap diterima diantara kelompok sebaya. Remaja akan merasa menderita jika suatu saat tidak diterima atau bahkan diasingkan oleh teman sebayanya. Penderitaan akan mendalam cenderung bertingkah laku menjadi kenakalan. Apabila kelompok teman sebaya tersebut mengembangkan sikap dan tingkah laku nakal maka remaja tersebut dituntut pula untuk berperilaku demikian, sehingga hal ini memicu remaja untuk cenderung bertingkah laku nakal karena adanya rasa konformitas terhadap teman sebayanya.

   Berikut ini, tanda – tanda kenakalan remaja:
1. Mulai menggunakan bahasa yang tidak sopan.
2. Kabur meninggalkan rumah.
3. Keluyuran pergi sendiri maupun berkelompok tanpa tujuan dan kerap menimbulkan perbuatan iseng yang negatif.
4. Minum minuman keras.
5. Berpakaian tidak pantas.
6. Pergi meninggalkan sekolah tanpa sepengetahuan pihak sekolah.
7. Kebut-kebutan dijalanan yang menganggu keamanan lalu lintas dan membahayakan orang lain maupun diri sendiri.
Untuk itu, perlu adanya perhatian khusus serta pemahaman yang baik, serta penanganan yang tepat terhadap remaja. Hal ini merupakan masa yang paling menentukan dan faktor penting bagi keberhasilan remaja di kehidupan selanjutnya. Selain itu, perlu adanya kerjasama dari remaja itu sendiri, orangtua, guru dan pihak-pihak lain yang bersangkutan agar perkembangan remaja di bidang pendidikan dan bidang-bidang lainnya dapat dilalui secara terarah, menjadikan remaja sehat dan bahagia.

   Untuk mengatasi kenakalan remaja, orangtua memegang peranan yang sangat penting dan utama. Orangtua harus menjadi teladan sikap dan ucapan pada anaknya, memotivasi anak, memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul serta memberikan pengetahuan tentang agama kepada anak dan memberikan hukuman ketika anak melakukan kesalahan. Selain sebagai lembaga pendidikan, sekolah juga memiliki peran yang sangat penting dalam pencegahan kenakalan remaja dalam membentuk karakter dan memberikan pemahaman nilai – nilai yang baik kepada siswa. Melalui upaya yang  terintegrasi dan holistik serta melaksanakan program – program yang mendukung pencegahan kenakalan remaja seperti pelatihan keterampilan sosial, pengembangan minat dan bakat, serta penyuluhan mengenai bahaya kenakalan remaja, sekolah dapat membantu peserta didik yang bermasalah menjadi tumbuh dan berkembang serta menjadi individu yang bertanggung jawab dan berperilaku positif.

   Dalam menghadapi masalah kenakalan remaja, komunitas dapat menjadi strategi yang efektif untuk mencegah dan mengatasi perilaku negatif bagi remaja. Salah satu bentuk peran komunitas adalah dengan mengadakan kegiatan sosial yang melibatkan remaja, seperti mentoring, pelatihan keterampilan, dan kegiatan keagamaan. Melalui kegiatan ini, remaja dapat diajak untuk menjadi anggota yang aktif dan bertanggung jawab dalam komunitas sehingga terhindar dari lingkungan yang mempengaruhi mereka untuk melakukan kenakalan. Salah satu inisiatif komunitas yang dapat mencegah kenakalan remaja yaitu melalui edukasi dengan cara mengundang narasumber yang ahli di bidang pendidikan dan psikologi remaja untuk memberikan penyuluhan tentang remaja dan masalah kenakalan yang sering terjadi.

   Komunikasi terbuka dapat membantu membangun kepercayaan, memperkuat ikatan emosional, dan mengajarkan nilai – nilai positif kepada remaja. Tidak adanya komunikasi terbuka antara orangtua dan remaja dapat memperburuk masalah kenakalan remaja dan membuat remaja merasa kesepian atau tidak didukung. Komunikasi terbuka antara orang tua dan remaja adalah kunci utama dalam mengatasi kenakalan remaja. Dengan berkomunikasi secara terbuka, orang tua dapat memahami perasaan, pikiran, dan kebutuhan remaja, sehingga mereka dapat membantu mengatasi dan mencegah kenakalan remaja dengan lebih efektif. Orangtua dapat memperkuat komunikasi terbuka antara remaja dengan meluangkan waktu khusus untuk berbincang, mendengarkan dengan empati, menghargai pendapat mereka, dan mengajarkan nilai – nilai positif serta memberikan umpan balik positif saat mereka berbagi perasaan dan pendapat. 

   Remaja perlu mengetahui minat dan bakatnya supaya bisa menentukan langkah mereka selanjutnya di masa depan. Cara terbaik menemukan minat dan bakat pada remaja, yaitu:
1. Mengamati kebiasaan remaja.
Perilakunya sehari – hari bisa jadi menggambarkan bakat yang mereka miliki. Orangtua juga bisa mengingatkan kembali kebiasaan unik yang dulu sering dilakukan remaja diawal masa tumbuh kembangnya. Contoh, jika remaja gemar mengetuk peralatan makan di meja dengan nada khusus, bisa jadi mereka memiliki bakat di bidang seni musik perkusi.
2. Menanyakan hal yang digemari.
Langkah ini perlu dilakukan untuk memastikan seberapa besar minat anak pada suatu hal. Bisa jadi, pada kasus remaja yang setiap hari bermain futsal hanyalah sekedar menyukainya sebagai hobi sehingga sulit mengharapkannya akan serius berlatih menjadi pemain profesional. Kemungkinan lainnya, remaja memang memiliki perhatian besar pada pemain futsal, namun ia sama sekali tidak memiliki bakat dalam urusan menendang bola.
3. Mendengarkan cerita mereka.
Melalui proses bercerita, remaja secara tidak langsung memberikan banyak informasi terkait minat dan bakat mereka.
4. Mengenalkan biografi tokoh – tokoh sukses.
Berkenalan dengan tokoh – tokoh sukses dapat membantu remaja belajar secara langsung pentingnyaa minat dan bakat dalam mendukung kesuksesan mereka. Selain itu, tokoh – tokoh sukses bisa menjadi motivator dan pengaruh yang baik bagi remaja dalam meraih impiannya. 
5. Mengajak mencoba hal – hal sebanyak mungkin.
Kegiatan baru memungkinkan remaja untuk mengeksplorasi diri mereka. Mencoba hal – hal baru bisa dilakukan dengan cara melakukan perjalanan, mengikuti kelas atau kursus keahlian, hingga mencoba bekerja paruh waktu ( jam kerjanya lebih sedikit ).
6. Melakukan tes minat bakat.
Melakukan tes psikologi adalah cara yang tepat untuk menemukan secara jelas minat dan bakat. Remaja bisa diajak coba tes psikologi seperti tes IQ, tes bakat, dan tes memecahkan masalah hingga membangun suatu ide untuk menemukan minat dan bakatnya.  

   Remaja yang mempunyai konsep diri positif dapat terhindar dari perilaku kenakalan yang sering terjadi pada remaja. Remaja yang dikatakan mempunyai konsep diri positif apabila remaja tersebut bisa menerima kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya, optimis, harga diri dan bertanggung jawab. Sedangkan remaja yang dikatakan mempunyai konsep diri negatif apabila remaja tersebut tidak mampu menerima kekurangan yang ada pada dirinya, pesimis dan rendah diri, sehingga ia cenderung melakukan kenakalan di lingkungannya.

   Menetapkan batasan dan konsekuensi yang jelas merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja. Aturan yang jelas dan konsekuensi yang diberikan secara konsisten membantu remaja memahami harapan dan batasan yang ada, sehingga dapat membentuk sikap disiplin. Salah satu contoh keberhasilan dalam mengatasi kenakalan remaja terjadi di Desa Cikoneng. Angka kenakalan remaja menurun secara drastis, sementara tingkat partisipasi remaja dalam kegiatan positif seperti pendidikan, olahraga, seni, dan budaya meningkat pesat. Remaja di Desa Cikoneng kini memiliki cita – cita lebih besar dan keyakinan diri yang lebih tinggi. Mereka tidak lagi melihat kenakalan sebagai satu – satunya jalan untuk mengekspresikan diri. Sebaliknya, mereka sadar akan pentingnya pendidikan, kegiatan positif, dan memberdayakan diri sendiri untuk meraih masa depan yang lebih baik. Melalui pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, kepala desa Cikoneng berhasil mengubah pandangan remaja tentang kenakalan menjadi kesempatan untuk tumbuh dan berkembang, serta memperbaiki masa depan mereka. Berikut ini, inspirasi dari individu yang berhasil mengatasi dan membimbing remaja yang terjerumus dalam kenakalan remaja menjadi perubahan positif : “Orangtua dapat lebih memperhatikan dan memberi kasih sayang pada anak mereka agar tidak terjerumus dalam kenakalan. Membiayai dan menyekolahkan anak saja tidaklah cukup. Mereka juga harus merasakan kehangatan orangtua. Mereka punya hak disayang dan dilindungi, yang terkadang orangtua lalai di situ. Kita harus jadi seperti teman untuk anak. Kawal mereka tanpa mengekang, namun dengan pendekatan dan kasih sayang.”, tutur Madam Puri.

   Akibat-akibat yang ditimbulkan oleh kenakalan remaja akan berdampak kepada diri remaja itu sendiri, keluarga, dan lingkungan masyarakat. Dalam mengatasi masalah kenakalan remaja, dapat dilakukan dengan strategi yang efektif seperti pelatihan keterampilan, kegiatan keagamaan, dan komunikasi terbuka antara orangtua dan remaja dengan meluangkan waktu khusus untuk berbincang, mendengarkan dengan empati, menghargai pendapat mereka, dan mengajarkan nilai – nilai positif serta memberikan umpan balik positif saat mereka berbagi perasaan dan pendapat. Dengan segala usaha pengendalian kenakalan remaja, perlu adanya kolaborasi antara orangtua, sekolah, dan komunitas dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan positif remaja agar tertuju ke arah tercapainya kepribadian remaja yang mantap dan dewasa. Remaja diharapkan menjadi orang yang berpribadi kuat, sehat jasmani dan rohani, teguh dalam kepercayaan (iman) sebagai anggota masyarakat, bangsa dan tanah air.

Daftar Pusaka :
https://journal.unpad.ac.id/prosiding/article/viewFile/14393/6947
https://tribratanews.lampung.polri.go.id/detail-post/penyebab-kenakalan-remaja-dan-cara-mencegahnya 
https://ekyd.blogspot.com/2016/10/pengaruh-keluarga-terhadap-timbulnya.html 
https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20230524143130-569-953481/contoh-kenakalan-remaja-faktor-penyebab-dan-cara-mengatasinya

 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Karya Literasi Sekolah

Buku GEMU FA MI RE ,TARIAN MENYATUKAN DUNIA.Buku terbaik GSMB 2020 yang ditulis dan dilombakan oleh NYALANESIA.Buku ini letupan anak-anak SMPK Frater tentang cinta akan Seni Budaya daerahnya yang Mendunia. Kutukan Dewa Matahari.Buku Karya Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia,Adrianus Bareng,S,Pd.Sebagai Penggerak Literasi Sekolah senantiasa menjadi teladan untuk memberikan semangat bagi siswa dalam menulis.Buku Terbaik masuk 

Baca selengkapnya...